Feline Calicivirus : penyakit menular pada kucing

22.22


Pernah dengar tentang Feline Calicivirus? Salah satu penyakit menular yang dapat menimpa pada kucing yang di akibatkan oleh virus.

Penyakit ini menyebabkan gangguan pernafasan, luka sekitar bibir dan mulut seperti sariawan (ulkus oral), kadang disertai sakit persendian. Penyakit ini menyebabkan flu yang agak berat dan pada saat terinfeksi dapat menyebabkan kematian bila tidak di tangani dengan serius.


Apa yang dimaksud dengan Calicivirus ?

Calicivirus termasuk salah satu penyebab gangguan pernafasan pada kucing. Penyakit saluran pernafasan bisa disebabkan sekelompok virus dan bakteri seperti Virus Feline Rhinotracheitis dan bakteri Chlamydia (sekarang Chlamydophila). 

Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan pilek, sariawan, ingus berlebih, telinga kotor dan mata berair. Calicivirus dan rhinotracheitis menyebabkan sekitar 85-90% dari seluruh penyakit pernafasan pada kucing.

Calicivirus mempunyai beberapa strain, strain tertentu menyebabkan gejala yang berbeda seperti luka (ulkus) pada telapak kaki dan mulut. Sebagian besar gejala yang muncul biasanya suara menjadi serak dan hilangnya nafsu makan.


Penyebaran virus

Penyebaran virus ini biasanya dengan kontak melalui air liur, cairan yang keluar dari hidung dan mata, air bonding dan melalui kotoran kucing yang terinfeksi.

Virus  ini tahan terhadap berbagai desinfektan dan dapat bertahan di luar tubuh kucing hingga 8-10 hari. Banyak kucing yang telah sembuh tetap dapat menularkan penyakit ini meskipun tidak menunjukkan gejala sakit (carrier).

Virus ini sering menyerang anak kucing (kitten), rumah/tempat dengan jumlah kucing banyak dan tempat penampungan hewan. Wabah biasanya terjadi pada kandang/populasi kucing yang padat, ventilasi kurang baik, kandang yang kurang bersih, nutrisi kurang dan suhu lingkungan yang terlalu panas atau terlalu dingin.


Tanda-Tanda kucing terserang calicivirus

Penyakit ini berkembang secara cepat dan tiba-tiba. Kucing yang tadinya terlihat sehat bisa saja besoknya terlihat lesu dan sakit.

Tanda-tanda kucing sakit yang umum berupa bersin (tidak sebanyak Feline Rhinotracheitis), batuk, pilek, cairan berlebih dari mata dan hidung. Luka (ulkus) seperti sariawan pada hidung, mulut, lidah atau bibir yang menyebabkan kucing tidak mau makan karena kesakitan saat mengunyah makanan. Kadang-kadang ulkus juga terjadi di sela-sela cakar.  Demam tinggi, sulit bernafas akibat radang paru-paru (pneumonia)


Penanganan kucing sakit

Jalab terbaik tetap konsultasikan penanganan dan obat yang tepat dengan dokter hewan. Pada kasus penyakit yang berat diperlukan rawat inap dan infus.

Buat kamu yang terkendala dengan jarak dan biaya untuk membawa kucing terinfeksi ke klinik atau dokterh hewan. Beikut ini beberapa saran berdasarkan pengalaman emak Rumah Kucing Ciparay yang pernah terpaksa harus menangani sendiri anak bulu yang terkena calicivirus saat tidak punya uang karena panen masih jauh. Hiikkss...

Pertama, Isolasi kucing yang sakit, jauhkan dari kucing lain, Tempatkan di ruangan yang terpisah aliran udaranya dari kucing lain yang sehat. Karena penularan virus juga dapat terjadi melalui udara yang terkontaminasi virus.

Buat nyaman tempat tidur kucing dengan menggunakan alas tidur yang hangat dan empuk. Tambahkan lampu bohlam agar dapat menghangatkan tubuh kucing dan mencegah pneumonia.

Beri makanan yang lunak, beri makanan basah / wet food atau homemade food. Suapi kucing dengan makanannya bila kucing tidak mau makan. Begitupun dengan minumnya, pastikan kucing minum dengan jumlah cukup agar tidak dehidrasi dan menyebabkan tubuhnya makin drop.

Beri nutrisi, vitamin penambah daya tahan tubuh (imun booster) yang baik, karena pada dasarnya penyakit ini tidak ada obatnya. Hanya anti bodi dan imun tubuh kucing itu sendiri yang dapat melawannya. Emak biasa memberikan lysine yang dicampurkan ke makanannya. Manfaat lysine diantaranya membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan pencegah flu. Selain itu, emak juga memberikan Imboost Kids cair dengan dosis 0,5 ml utk kitten dg kisaran berat badan 800gr kebawah dan 1 ml/kg berat badan kucing dewasa. Pemberian air kelapa hijau setiap 3 jam sekali sebanyak 2-4 ml untuk mengganti elektrolit akibat banyaknya lendir yang keluar (ingus, liur). Untuk tambahan nutrisi dan protein, emak memberikan kuning telur mentah yang di matangkan dengan cara di aduk dengan beberapa tetes madu murni.

Bersihkan kotoran pada mata dan hidung dengan kapas yang di basahi dengan cairan Nacl atau dengan air hangat. Usap- usap perlahan hingga kotoran terangkat. Penggunaan cairan soflens yg di tetesi ke kapas juga dapat dilakukan untuk membersihkan kotoran mata sebagai pengganti Nacl. Pemberian antibiotik juga dapat diberikan untuk mencegah infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri.  


Pencegahan feline calicivirus

Satu-satunya cara pencegahan adalah vaksinasi kucing secara teratur setiap tahun. Meskipun tidak 100 % melindungi kucing dari penyakit, kucing yang sudah divaksinasi mempunyai kemungkinan sembuh yang lebih tinggi dan cepat. (drh. Neno WS)


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.